Tampilkan postingan dengan label Puisi Dedi Supendra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Dedi Supendra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 September 2010

Puisi Surat 2

Surat II

Tidak perlu waktu lama
Tiga hari saja
Sebuah surat berwarna putih
Kecil
Tidak pakai pewangi
Seperti tulisanku

Heran
Suratku kembali
Ada apa?

Lemnya masih utuh
Masih rapi,
aku lihat alamatnya
betul alamatnya
aku buka
betul tulisanku
aku baca
betul kata-kataku
ada apa?

aku balik kertasnya
ada tulisan
bukan tulisanku
indah
hanya singkat saja
aku terima
Tidak ada apa-apa
Tanpa nama
Tapi aku tahu, tepukku berbalas

Siapa mau mendengar bahagiaku?

thediezone

03092010

Dedi Supendra

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Surat 2

Puisi Dua Bulan Dari Sekarang

Dua Bulan dari Sekarang

Dua bulan dari sekarang,
Hujan akan datang
Sangat dingin
Serupa musim kutub utara mampir di Indonesia

Dua bulan dari sekarang
Kemarau bakal hilang
Akan mengambang seperti hamparan kertas yang dibasahi segelas air
Kertas yang besar dengan air yang tak segelas

Nama kemarau menjadi tabu
Karena mentari dan matahari menjadikan awan hitam sebagai kelambu

Dua bulan dari sekarang,
Usahlah dikenang,
Kemarau dan musim hujan akan datang dan hilang

Dua bulan dari sekarang,
Ada dua bulan di satu malam
Bulanku
Bulanmu
Dengan bintang yang ternganga
Menjadi sejarah

thediezone

01092010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Dua Bulan Dari Sekarang

Puisi Surat

Surat

Biasa saja
Aku sengaja mengirimkanmu sepucuk surat
Bukan ingin disebut romantis
Bukan ingin memberimu kejutan
Semata karena aku malu
Aku gagu kalau di depanmu
Lalu, apa yang akan aku ucap jika di depanmu saja aku sudah begitu

Jangan terlalu diambil pusing
Ini hanya sepucuk surat
Tidak pakai pewangi
Tidak bertuliskan kata-kata puitis
Aku bukan penyair
Apalagi pujangga

Lihat kan, tulisanku saja jelek
Semoga bisa dibaca

Gadis, kita seperti sandal jepit. Kau kiri. Aku kanan. Tak akan bisa jika hanya sebelah. Kecuali untuk pengganjal meja. Aku hanya ingin berguna untukmu. Aku hanya ingin kita bersama, selamanya.

Maukah kau menikah denganku?

Jangan temui aku
Balas saja
Aku hanya malu

Dari
Seseorang yang begitu pemalu berkata cinta

thediezone

03092010

Dedi Supendra

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Surat

Puisi Satu Kali Saja

Satu Kali Saja

Satu kali saja selalu kau katakan itu padaku
Kemarin juga,
Bahkan kau hari ini merengek dengan tidak karuan seraya mengucap satu kali saja
Kulepas jua akhirnya

Seperti bah besar kau keluar, membawa apa saja, tak peduli apapun.
Kau bahkan tidak menenggangku, yang telah melepasmu

Dalam hati, janji-janji seperti yang sudah-sudah- meletup-letup kembali seperti magma panas
Hanya satu kali ini dan tak akan ada untuk esok.

Saat kau kembali menarik-narik lengan bajuku minta satu kali saja. Aku pasrah jua. Kemana janji-janji. Begitu gesit ka u merayu dengan rengekan satu kali saja itu. Aku kalah dengan kedipan satu kali saja itu.

thediezone

10052010

Dedi Supendra

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Satu Kali Saja

Puisi Menonton

Menonton

Suatu hari, kita pergi menonton
Tidak berdua, tapi bertiga dengan saudari kecilmu yang belum sepuluh tahun
Kita membeli dua bungkus popcorn , dan dua kaleng minuman, juga sebungkus chiki untuk si manis
Kita duduk di depan sekali,
Kau, aku dan saudari kecilmu menengahi

Layar tersingkap
Ada sekumpulan orang gila di rumah sakit jiwa,

Mereka sibuk dengan kegilaan masing-masing
Mereka tertawa dan menangis tanpa beban
Mereka berbicara sendiri
Kau juga tertawa melihat tingkah mereka
Tapi, aku tidak bisa,
Aku terpana melihat tawamu

thediezone

01092010

Dedi Supendra

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Menonton