Tampilkan postingan dengan label Puisi Martina Mete. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Martina Mete. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Agustus 2010

Tiada Lagi Kurasa - Puisi cinta

TIADA LAGI KURASA

Tiada lagi kurasa
derasnya hujan
dinginnya malam
Tiada lagi kurasa
teriknya matahari
terikan kasih sayang.

Tiada lagi kurasa
kejamnya pasukan
gebukan tangan kuat
tangis dan luka darah

tiada lagi kurasa
terkapar di kolong jembatan
tak yang datang melawan
penyakit merenggut nyawa

kuhanya dapat berpasrah
berharap hanya pada yang di atas sana
Dia yang selalu menyapa, mengasihi, menyelimuti
hingga aku mati kelaparan

oleh: Martina Mete

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Tiada Lagi Kurasa - Puisi cinta

Oh, Bhineka Tunggal Ikaku - Puisi

OH BHINEKA TUNGGAL IKAKU

Kumalu menulismu
Kumalu mengucapmu
Kumalu menamakan diriku bangsa
Karena aku dan kamu tak lagi satu

Oh BHINEKA TUNGGAL IKAKU
Begitu anggun sentosamu
Syair lagu tak lagi menggambarkanmu
Beduk riuh menggalahkamu
Jerat dosa menahammu
Dalam sukma yang tak lagi mengenalmu

Oh BHINEKA TUNGGAL IKAKU
Suku, agama, ras telah merampasmu
Kau tak lagi kupadang wajah manismu
Tercoret oleh api amarah keegoisan
Berbeda-beda tetapi tetap satu hanya nostalgiaku
Namun kuharap kau masih diaku
terlalu indah bagiku
karena negaraku akan maju

oleh: Martina Mete

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Oh, Bhineka Tunggal Ikaku - Puisi

Andai Kita Punya Hati - Puisi cinta

ANDAI KITA PUNYA HATI

Andai kita punya hati…
Muara kebencian makin tertapis
kemunafikan kian terhimpit
Senyum kembang bahana bari
Riang hati sepanjang hari

Andainya kita punya hati….
Tak dikejar dan dibenci
Dunia sembuh dari sakit
Api menjilat tiada berarti
Karena kita sama-sama punya hati

Andai kita punya hati….

oleh: Martina Mete

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Andai Kita Punya Hati - Puisi cinta

Meja Hijau - Puisi cinta

MEJA HIJAU

Apa yang mesti kukatakan kawan
Kala warnamu kini kian pudar
Tergores daun-daun merah, hijau dan biru
Tertumbuk rimbunan rumput-rumput liar
Hingga kau tak lagi bisa berdiri tegak

Kutak bisa menyalahkamu
Karena kau hanyalah benda mati
yang dihanya digoyang oleh angin-angin
Tertutup mati, rumput-rumput meninggi

Sadarkah kau meja hijau
Posisimu untuk berlaga
Bergayung merambah yang benar
Buanglah daun-daun yang memedihkan mata
Maka kau akan selamat
berdiri tegak hingga akhir hayat

oleh: Martina Mete

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Meja Hijau - Puisi cinta

Rabu, 18 Agustus 2010

Robohnya Rumahmu - Puisi Cinta

ROBOHNYA RUMAHMU

Hanya ada titik air mata melihatMu terkapar
Kutak bisa bergeming tuk melawan
Perih, duka merajam lubang hati yang tak berdaya
tergolek pilu diantara puing-puingMu
Merana menunggu ada yang tanggap
Namun tak ada rasa hanya kebencian yang meradang

Kenapa Kau diam, kudalam kemelut jiwa
Ku tak bisa tenang, memuja, memujiMu
Rasa takut kudipentung dan dikejar
Ku tak lagi bebas memuja
Meneriak kasih yang pernah Kau ajarkan
Karena aku takut dunia terlalu kejam
Terlalu banyak yang salah arah

Kuhanya tersungkur di depan parkir yang masih tersisa
Berdoa dalam hati agar Kau dan aku dihargai
Didengar oleh segelitir yang tinggi
paling tidak membiarkanku bebas berdiri
Namun kuhanya memetik angin
Karena yang tinggi tak lagi melirik

oleh: Martina Mete

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Robohnya Rumahmu - Puisi Cinta