Tampilkan postingan dengan label Puisi Matroni el-Moezany. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Matroni el-Moezany. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Nyanyian Palsu

Nyanyian Palsu

Sudah lama aku simpan dikotak jiwa
Sarapan masa yang tak banyak kita tahu
Gelap terang cahaya malam
Tak juga kuhiraukan

nyanyian cahaya mengutusku
Lewat pesan tanda dan makna
Entah mengapa aku tetap tak menyampaikan

Banyak sajak kulahirkan
Banyak dosa kuberikan
Banyak rasa kusampaikan

Tapi mengapa tak banyak perubahan yang kuberikan

Jogja, 2010

Puisi cinta dan Gaya hidup

Baca Selengkapnya - Nyanyian Palsu

Surat Dari Waktu

Surat Dari Waktu

Sebenarnya banyak kata yang bertebaran di cakrawala
Tapi mengapa bintang masih terlihat cerah?
Begitulah sebenarnya sajakku berkata pada kita

Berkata lewat siang malam
Yang tak henti-henti menyuarakan bahasa Tuhan
Bahasa yang tak semua kita menemukan

Seluas jiwa menangkap luka, sederet masa
Bertebaran di detak jantung rahasia

Kutanam tunas kata didaratan
Sementara waktu memilih dunia lain
Surat itu menjaga jendela dan pintu
Ia tak ingin surat pertamanya melukai semesta

Surat itu datang kembali
Bertuliskan bencana-bencana kekinian

Jogja, 2010

Puisi cinta dan Gaya hidup

Baca Selengkapnya - Surat Dari Waktu

Biarkan Tunggang Langgang

Biarkan Tunggang Langgang

Tapi jiwa kita lembut

Menerima tanpa dimakan

Melihat tanpa ditelan

Membaca tanpa lihai

Menelaah tanpa lalai

Jogja, 2010

Puisi cinta dan Gaya hidup

Baca Selengkapnya - Biarkan Tunggang Langgang

Nikah Waktu

Nikah Waktu

entah sampai mengapa
berputar di ruang gelas
hidup tak jelas dan jalan terpanjang tak bertanggal
inilah gang gelap antara pintu ke pintu

ada desah, sedikit ngeluh berkeringat karena hangat
minum teh di terik matahari
kudengar sekantong jerit
tapi inilah daratan paling kejam
yang pernah kujumpai
sampai tak mampu merampungkan puisi
membakar semangat dan ngilu jerit semesta

Jogja, 2010

Puisi cinta dan Gaya hidup

Baca Selengkapnya - Nikah Waktu

Sketsa Waktu

Sketsa Waktu

Setelah sekian lama tak menemukanmu
Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku meneduri
Beralas huruf-huruf
Berselimut kemelut
Dan puas dengan kata-kata

Kini, kubiarkan mereka bersenggama
Di cangkir semesta
Agar kemenduaan itu menjadi nyata
Melihat kegelapan dan cahaya

Lantas dimanakah mereka tidur
tak ada kesunyian menyelimuti
tak ada sengsara menghambat

karena dalam kata mereka satu

Jogja, 2010

Puisi cinta dan Gaya hidup

Baca Selengkapnya - Sketsa Waktu