Tampilkan postingan dengan label Puisi Sofyan RH. Zaid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sofyan RH. Zaid. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

Puisi 93.00 WIB

93.00 WIB

aku wiridkan namamu sejak tahun ketujuh
tahun kesepuluh kau datang
menyerah pada rinduku yang dalam

aku bahagia bersamamu meski hari malam
dan kau begitu terang dalam kelam

Jakarta, 2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi 93.00 WIB

Puisi Robhita

ROBITHA I

tiap kubuka pintu airmata jatuh
aku hancur berkeping dan terasing
menjadi sangat sendiri

di rumah ini
tiada lagi menantiku kembali
dari segala pergi

tiap kubuka pintu airmata jatuh
juga jantungku!

jakarta, 2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Robhita

Puisi Haikal Hujan

HAIKAL HUJAN

1/
hujan turun deras
wajahmu bertunas
tubuhku dingin beku

ke kamar mencari
hanya sepi
aku lupa
kita sudah lama terpisah



2/
apa kabarmu?

aku memanjat doa puncak
bumi rata dalam derap kilat
: sepulang aku nanti
musim tak berganti
hujan tetap turun kita mandi
bercerita dalam gigil
misteri kota rantau
manusia tanpa sengaja
menghabiskan usia di jalan

aku pun tiba menjadi tua

4/
aku rindu selalu pada pulang
; gunung, sungai dan sawah hijau
pada tubuhmu
aku menanam padi dan semangka
sekaligus istirah

7/
hujan masih terus deras
petir menyambar-nyambar
mataku terpejam
; kenapa tiap hujan
ingatanku padamu berujung runcing
tajam menikam-nikam

aku panas dalam dingin
dan luka

Jakarta, 2008/2009

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Haikal Hujan

Puisi Episode

EPISODE

aku kembali padamu
seperti kemarin menemukan dunia lain
setelah aku pergi sejauh mungkin
kau tetap mendekat dan berharap

hidup hanya drama
meninggalkan atau ditinggalkan
sementara aku tak pernah takut
kecuali oleh engkau
; katamu

beri aku peluk dan cium
bersamamu aku mengerti airmata

madura, 2008/2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Episode

Puisi DIVINE MADNESS

DIVINE MADNESS

aku gila setelah melihatmu
engkau lebur-larut bersenyawa
ruang-waktu, peristiwa bahkan bencana
menyeret ingatanku

aku tersesat
beri aku sebentuk lupa sesaat
meski harus ingat berabad

lupa sebentar bagiku
nikmat terbesar
kegilaan bersumber dari ingatan

atau biar aku selalu lupa dan lupa
agar aku tahu lezatnya ingat kepadamu

Pacenan, 2007

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi DIVINE MADNESS