Tampilkan postingan dengan label Puisi Willi Azhari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Willi Azhari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Agustus 2010

Hujan Yang Lalu - Puisi cinta

Hujan Yang Lalu

Puting-puting hujan jatuh
Menegur tanah yang mengaku
Udara kering menguapkan basah
Langit meluas burung-burung bergegas
Membawa kabar ke selatan
Matahari tergesa merapikan hari ke barat

Tak ada salam perpisahan
Antara mereka

Terik tadi hanya menitip warna diujung daun
Ranting kering juga di dahan yang pipih

Kita duduk berdesakan seperti hujan
Menghitung genangan air yang baru
Tanah berkedip meredam debu
Aku pergi
Ke persimpangan jalan
Tempat kau temukan jalan pulang
Jalan pulang
Dan aku merenggut kesendirian

oleh: Willi Azhari

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Hujan Yang Lalu - Puisi cinta

Kau Meniup Jendela Itu Dengan Mulutmu

Kau Meniup jendela Itu Dengan Mulutmu

Aku melihat wajahmu di kejauhan, dibalik kaca jendela
Kau meniup jendela itu dengan mulutmu
Agar aku tak mampu menghitung rindu
Yang terhimpit diantara baris bulu matamu yang rapat

Tapi Kita adalah siang dan kelelawar
Tak lagi mengenal
Sampai kapan pun
Kecuali salah satu dari kita
Benar-benar menjadi malam

2010
oleh: Willi Azhari

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Kau Meniup Jendela Itu Dengan Mulutmu

Sungai Buntu - Puisi cinta

Sungai Buntu

Angin darat membawa nelayan
Menagih rindu pada karang
Semisai buih berkejaran
Menindih ombak
Angin bertiup
Berlimburan
Menyapu

Lalu suara kelapa jatuh berdebum Di sisasisa perahu tua
Dan nama kita di pepasir
Memanggil serabut kerinduan

Karawang, 2008
oleh: Willi Azhari

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Sungai Buntu - Puisi cinta

Di Taman Partere - Puisi Cinta

Di Taman Partere

Ikan-ikan resah tanpa percakapan
pohon beringin mengganti daundaun kering
melayang, jatuh bersujud ke muka tanah
ceracau burung bersenandung di dahan yang ramping
kuncup diujung tangkai berpesan pada musim

aku mencintaimu seperti ikan-ikan
resah
menangis
dan tiga patung anak kecil telanjang
di taman inimemikul tempayan
air mataku
terdengar gemersik angin
mengabarkan gerimis
bayang-bayang mataharigemetar
aku menuduhnya sebagai isyarat kematian

Bandung, 2010
oleh: Willi Azhari

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Di Taman Partere - Puisi Cinta