Tampilkan postingan dengan label Puisi Wong Agung Utomo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Wong Agung Utomo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Puisi Cinta Yang Sederhana

Cintamu yang sederhana, ania,

Yang menuntunku ke pelaminan
Rupanya tak bisa kujadikan
Alamat pulang
Aku masih terlunta-lunta
Dari kota ke kota
Membaca tanda-tanda usia
Dan namamu ania
Adalah satu tanda
Yang telah berhasil
Kubaca
Meski baru di halaman pertama
Dari begitu berjubelnya tanda-tanda
Yang belum berhasil
Kueja

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Cinta Yang Sederhana

Puisi Ketika Pergi

Ketika pergi,
Dibawanya cinta

Ketika pergi pula
Mungkin ditemukannya
Cinta

Pergi mungkin pula
Lantaran bisikan cinta
Kerena siapa kenal siapa
Karena siapa cinta siapa

Dalam perjalanan
Akan banyak yang ditemukan
Karena itu
Dari waktu
Ke waktu
Terus ada yang baru

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Ketika Pergi

Puisi Pengelana Udara

Pengelana udara

Ada cinta
Melesat di udara
Berupa kata

Ada rindu
Melesat di udara
Juga berupa kata

Ada kematian
Melesat di udara
Masih berupa kata

Ada tuhan
Melesat di udara
Masih saja berupa kata
Hingga udara jadi begitu riuh
Begitu gaduh
Seolah tak mau kalah
Dengan daratan dan lautan

Hanya kata
Yang bisa melintasi semesta
Dan karena kata
Kehidupan ini jadi
Ada,

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Pengelana Udara

Puisi Ukiran Dari Pahatan

Ukiran dari pahatan

Sisa kelahiran pada tubuhmu
Adalah komposisi relief
Di dinding candi waktu
Yang megah
Dan penuh kejutan
Di setiap tonjolan dan guratannya
Deretan keindahan yang meliuk
Baik itu yang landai
Di bawah ataupun ke atas pinggulmu
Membuat pilu bagi lelaki
Yang hanya mampu
Memandangimu
Eva..
Kehangatan matahari yang abadi
Yang jauh, terjatuh
Bersemayam di setiap lorong
Tubuhmu

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Ukiran Dari Pahatan

Puisi Tak Jemu-Jemu

Tak jemu-jemunya

Kutelaah senyum
Dan ragamu
…perempuan yang mengikat rambut
Belah pinggirnya
Urat lehermu yang kencang
Mengencangkan kelelakianku
Eva
Wajahmu rembulan
Langit malam seusai hujan
Penyair yang diremas
Dingin yang ganas

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Tak Jemu-Jemu