Tampilkan postingan dengan label Sajak-sajak Hendra Syahputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak-sajak Hendra Syahputra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Puisi Andai Bunga

Andai Bunga dan Kumbang di dada kananku, itulah engkau

Andai bunga dan kumbang di dada kananku, itulah engkau
anak panah yang dikirimkan Allah , melesat hebat
anak panah Allah buat ku
jelajahi “nanggroe” abu-abu di belahan bumi yang lain

engkau lah itu
yang menjadi pustaka berjalan dalam setiap bincang
dahsyat menjelang matahari
bercerita tentang cita-cita dan harapan
kita ceritakan keringat yang sudah kita jual
demi bahagia dan tanah ibu kita


engkaulah duhai,
yang membelalakan mataku, bahwa ini tanah yang lain
jiwa yang lain
gubuk yang lain

kisah samudra luas dari seberang
kalimat pamungkas dan menggetarkan

engkaulah itu
yang mengetuk pintu pagiku, setiap hari
engkaulah

: mentari tak akan berubah warna, meski jaraknya jauh

andai bunga dan kumbang di dada kananku
mereka akan berbisik
duhai,
kita sama
hanya
terlahir dari rahim yang berbeda

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Andai Bunga

Jumat, 22 Oktober 2010

Puisi Sajak Untuk Caesar

Sajak ini untuk Caesar
: Muhammad Caesar Zia Bawana
catatan pada Caesar pada umurnya yang ke 3 tahun (22 Agustus)

kepada Anak ku Muhammad Caesar Zia Bawana

engkau lah cinta itu, nak
yang mengajarkan papa dan mama belajar berjuang
berkelana
mengembara
untuk mencukupkan cinta kita pada-Nya



engkaa pula mata pena kami
yang menyeruak hebat
menggelegar
menggema
dalam nafas cinta kami

engaku membuka tabir perjuangan
yang menyeruak hebat

: mengalahkan kembara semua pejuang

engkau bisikan kata semangat
di telinga papa
di sajak-sajak rindu papa
di do'a-do'a papa
di semua pelukan yang kuat sekali

Caesar
binar-binar mata cerdasmu
kau ajarkan kami berjuang
perjuangan hidup
yang mengajarkan kita menjadi jiwa-jiwa yang besar

engkau, anak laki-laki ku
bangunkan hatiku
dalam milyaran cinta
maha dahsyat dalam kisah-kisah kita yang begitu dekat

Lanang
ku besuk engkau dalam setiap lisan ku
yang menyelinap dalam setiap mata cerdasmu

kaulah
selimut sanubari kami
ketika sosokmu hadir
bercerita pada kami

tentang sekolah
tentang guru mengajimu
tentang kicau burung
tentang lagu kesukaanmu
tentang mobil-mobilanmu
tentang angka-angka yang begitu mahir kau mainkan
tentang rumus- rumus bahagia dari senyum dan candamu

Aku menyayangimu, Nak
do'a tulus untuk semua langkahmu

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Sajak Untuk Caesar

Puisi Sajak Dua Puluh Delapan

Sajak Dua Puluh Delapan
: kepada Dawud Abd

engkau mencatat hidup
dan perjuangan mu
pada sajadah panjang
pada takdir -takdir baik yang engkau pinta sendiri
dalam sepertiga malam mu
bening
basah
pada langit-langit do'a mu

gemerlap ramah bintang menari
di setiap harizona hati mu
tak diam
bergerak
pada cinta dan kekuatan

: menatap dengan ikhlas dalam gempita gairah muda

cahaya pelangi bak danish yang bercahaya
merengkuh kisah rembulan
kehangatan matahari
dan birunya langit
di rumah hatinya

: dari setiap langkah prestasi dan jiwa yang terukir

sujudlah
dalam semua harapan dan pasrah

sajak ini
untukmu
pemuda dengan seribu dalil
di dadanya

membahana
dan menjaga

Bumi Allah, 28 Oktober 2009
pada 12. 30 WIB

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Sajak Dua Puluh Delapan

Puisi Sayap-Sayap Sahabat

Saya-Sayap Sahabat
: pada sahabat

Kehidupan Layaknya sebuah buku
berputar pada lembaran-lembaran penuh kisah
semua peristiwa menjadi lembaran baru dalam hidup

sayapmu kau kepak lebar
kuat dan berkobar
di cakrawala langit-langit putih
milik Tuhan



kedua kakimu
berenang dalam lautan peristiwa
pada 3 benua yang engkau jelajah dalam suka

kau menggenggam kejujuran
menyimpan suka dan juang di dada yang berserakan
dalam tawa
dalam senyum
kadang
dalam tangis tanpa air mata.

menyimpan semangat yang membakar angan.
perlahan
beribu kalimat menerkam
bagai anak panah putih melesat tajam
: adalah mata cinta Tuhan untuk hadirmu

Malam bagiimu
adalah hamparan oase yang panjang

: tak pernah berhenti pada titik air mata ke sembilah puluh sembilan
dalam kasih tuhan ke -30 untuk mu

Perjalanan bagiimu
Lebih jauh dari sebuah sudut
atmosfer perlawanan menjelma lengkap dalam setiap asa yangengkau tancapkan
di bumi Tuhan
dalam guratan harizona yang paling dalam

meretas
menunggu bulan, memangkas tahun

hari- hari bagi mu
lautan ocehan yang menjadi amukan menghadang segala gumam
menaklukan jemari yang tak kuasa menulis kata indah
bagi semua cakrawala

Tetaplah menjadi indah
tetaplah menjadi samudera
tetaplah menjadi pena yang tak berhenti menulis

menjadi pustaka yang terus berjalan
memaknai tiga puluh hadirmu dalam cinta Tuhan

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Sayap-Sayap Sahabat

Puisi Merindumu

Merindumu : dalam cinta dan 16º C dingin nya kamarku

Ijinkan aku memelukmu sekejap saja
dalam mimpiku
pada dekapan cinta
di sudut ruang kamar pondokan yang bertemperature 16º C

meski hanya melembutkan tangan
yang jatuh dalam mimpi
menepi di sudut bantal tidurku

: dalam detak nadiku
yang menyatu bersama angin malam

mendekapmu
meski hanya merengkuh dalam dada
bersama degup jantungku
yang mengiringi sepinya hari

menciummu
Meski hanya sekedar keningmu
Dalam kecupan mesraku
Yang tak langsung kering tersapu angin

aku mencintaimu

dalam mimpiku kau kupeluk erat
meski hanya dalam alam bawah sadar
dalam alunan mimpiku

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Merindumu