Tampilkan postingan dengan label artikel remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

Penyebab Terjadinya Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang

Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat Terlarang

• Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.

• Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja; antara lain:



1. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya.

2. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.

3. Perubahan teknologi yang cepat.

4. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq)

5. Meningkatnya waktu menganggur.

6. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya.

7. Menjadi manusia untuk orang lain.

Adanya faktor-faktor sosial kultural seperti yang dikemukakan di atas akan mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan motivasi tertentu untuk mamakai zat. Pengaruh ini akan terasa lebih jelas pada golongan usia remaja, karena ditinjau dari sudut perkembangan, remaja merupakan individu yang sangat peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya atau lingkungan.
Baca Selengkapnya - Penyebab Terjadinya Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang

Jumat, 29 Januari 2010

Tips Agar Tetap Bergairah

Tips menjaga gairah tetap menggebu-gebu seperti saat pertama kali pacaran.
VIVAnews - Rasa cinta yang membara di awal hubungan tak jarang berakhir pada kisah sedih atau perceraian. Mempertahankan cinta agar tetap hangat seperti sejak pertama kali bertemu sangat penting agar hubungan dengan pasangan tetap harmonis.

Psokologis asal Italia, Robert Sternberg mengungkapkan ada tiga komponen utama yang mempengaruhi hubungan asmara seseorang. Menurutnya, secara teori, cinta memiliki tiga unsur utama yaitu gairah, kesetiaan dan keintiman.

Gairah memotivasi hubungan dan hasrat seksual. Kesetiaan merupakan sikap dan perilaku yang yang membutuhkan rasa tanggungjawab dan kepercayaan satu sama lain. Keintiman merupakan bagian emosi yang melatari spiritualitas, perhatian dan kebutuhan menghabiskan waktu bersama pasangan.

Sternberg menjelaskan cinta di antara pasangan rentan mengalami goncangan saat gairah mulai menurun. "Memfokuskan perhatian pada kesetiaan dan keintiman mampu mempertahankan hubungan pada periode ini," ujar Stenberg.
Baca Selengkapnya - Tips Agar Tetap Bergairah

Kamis, 21 Januari 2010

Tips Mengatasi Stress Pada Remaja

Solusi dan tips mengatasi stress pada remaja

JALAN keluar yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari stres dengan cara yang benar, yakni berpikir positif. Misalnya jika mau ujian, pusatkan konsentrasi pada materi pelajaran saja. Jangan berpikir soal hasil dulu.“Kadang yang membuat kita kalah sebelum bertanding adalah rasa takut yang ada di benak kita, sehingga kita jadi tidak bisa benar. Kalaupun hasilnya belum maksimal jangan langsung drop atau kecewa. Lebih baik kita cari di mana kesalahannya daripada menyesali nasib,” kata Amelia



Solusi kedua, jelasnya, hadapi stres dengan baik dan benar. Caranya adalah dengan merenung sebentar sebelum tidur. Pikirkan masalah yang terjadi, lakukan evaluasi, kemudian coba cari solusinya.
Jangan pula lupa akan satu hal, jaga kondisi tubuh dengan optimal dengan olahraga secara teratur, serta makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

Terakhir, banyaklah berdoa karena pada akhirnya yang menentukan suatu hasil adalah Tuhan.
Anak Juga Rentan
SETIAP orang, termasuk anak-anak yang hidup di dunia yang bergerak cepat, bersaing ketat, dan berubah-ubah ini pasti akan mengalami berbagai tekanan batin.
 
Mungkin, kehidupan anak nampaknya tidak mempunyai beban apa-apa dibandingkan kehidupan seorang pemimpin perusahaan. Namun anak-anak pun menderita karena tekanan-tekanan batin sebagaimana yang dialami oleh orang-orang dewasa. Hanya saja gejala-gejalanya yang berbeda.Jika para eksekutif menderita penyakit lambung, maka bagi seorang anak penyakit yang diderita akibat stres dapat muncul dalam berbagai bentuk, dari sering pilek sampai sulit membaca.

“Gejala-gejala yang nampak dalam kelakuannya biasanya termasuk tidak mau bergaul dan suka menyendiri, makin tidak mau berbicara, atau berlaku luar biasa agresif. Reaksi-reaksi fisik dapat berupa sering diare, gatal-gatal, gangguan pada kulit, perubahan kebiasaan makan, atau mimpi-mimpi buruk,” kata Amelia.
Baca Selengkapnya - Tips Mengatasi Stress Pada Remaja

Gejala Stress Pada Remaja


Tips mengenali tanda dan gejala stress pada remaja. SATU penyakit yang cukup populer melanda remaja saat ini adalah penyakit yang merupakan manifestasi dari stres, macam depresi, kecemasan, pola makan tidak teratur, penyalahgunaan obat sampai penyakit yang berhubungan dengan fisik seperti pusing serta ngilu pada sendi.

Sama halnya pada orang dewasa, stres bisa berefek negatif pada tubuh remaja. Hanya saja perbedaannya ada pada sumbernya dan bagaimana mereka merespon penyakit tersebut. Reaksi mereka tersebut ditentukan oleh suasana dan kondisi kehidupan yang tengah mereka alami.

Menurut Psikolog Amelia Tristiana, stres pada anak remaja umumnya dipicu dari beberapa kejadian. Misalnya kehilangan orang atau sesuatu yang disayangi, konflik keluarga seperti perceraian atau pertengkaran orang tua, kegagalan, dan penyebab lainnya.
 
Depresi sendiri berbeda dengan rasa sedih, kecewa atau berkabung. Tiga reaksi terakhir adalah sesuatu yang wajar umum terjadi apabila seseorang mengalami kekecawaan atau kehilangan sesuatu yang berharga, termasuk mengalami peristiwa yang sangat traumatik.

“Biasanya reaksi seperti itu akan berakhir dengan sendirinya seiring dengan waktu dan berkat dorongan dari orang-orang terdekat. Seseorang yang dalam waktu tempo normal tidak bisa bangkit dari perasaan-perasaan tersebut maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami depresi,” kata Amelia.

Sayangnya, lanjut Amelia lagi, banyak orang yang masih salah dalam mengenali gejala awal dari depresi ini, yang memang mirip dengan gejala flu, gangguan tidur atau makan. Satu hal yang penting dicermati adalah remaja punya kecenderungan untuk merespon stres berdasarkan situasi dan kondisi mereka pada saat itu juga.

“Karena mereka masih minim pengalaman dalam meletakkan segala sesuatu secara perspektif maka mereka pun jadi cenderung untuk melihat ke hal-hal yang lebih sepele sifatnya. Solusinya adalah dengan membiasakan anak-anak remaja kita untuk bereaksi secara sehat, yang tentunya harus dicontohkan pula oleh lingkungannya,” jelasnya.

Cara yang lain, lanjutnya, bereaksi secara sehat. Misalnya dengan mengekpresikan segala sesuatu dengan wajar (tidak menangis atau berteriak), melatih tehnik relaksasi dengan musik, meditasi dan olah raga, serta membiasakan untuk berpikir secara seimbang sehingga mereka tidak membesar-besarkan suatu masalah.
Penyebab

STRES pada anak remaja umumnya dipicu dari beberapa kejadian. Misalnya kehilangan orang atau sesuatu yang disayangi, konflik keluarga seperti perceraian atau pertengkaran orang tua, kegagalan, suasana baru karena pindah rumah atau sekolah.

Selain itu, stres remaja kadang pula disebabkan oleh penyakit yang menimpa anggota keluarga, seperti depresi atau ketergantungan obat, pengaruh teman gang, kegagalan, tuntutan kesempurnaan dari lingkungan atau diri sendiri, dorongan rasa marah atau melawan.

Perubahan mood atau suasana hati tidak stabil juga menjadi penyebab stres pada remaja selain pencarian jati diri, atau keinginan untuk hidup berpisah dari orang tua dan menjadi seseorang yang mereka inginkan.
Gejala

BEBERAPA gejala-gejala stres atau depresi yang biasanya berlangsung terus menerus dan lebih dari dua minggu antara lain:
* Hilang minat terhadap kegiatan yang disenangi.
* Hilang selera makan, yang berujung pada penurunan berat badan.
* Terlihat lelah, atau kekurangan energi. Memiliki perasaan tidak berharga dan tidak memiliki harapan.
* Rasa bersalah yang tidak pada tempatnya.
* Tidak mampu berkonsentrasi dan berpikir jernih.
* Melankolik (rasa sedih berlebihan) yang biasanya disertai bangun pagi terlambat dua jam dari biasanya, rasa tidak berdaya di pagi hari dan bergerak lebih lamban.
* Pusing atau sakit perut.
* Mempunyai keinginan atau harapan untuk mati, bahkan bunuh diri.

Apa Itu Stres?
STRES adalah suatu perasaan yang sangat mendalam yang menekan seseorang ketika ia memiliki sesuatu yang belum tercapai, tapi ada hambatannya. Karena tekanan ini, bisa jadi aktivitas orang yang bersangkutan jadi terganggu.

Stres tak selalu berdampak negatif. Sebab, ada juga stres yang justru bisa meningkatkan motivasi kerja seseorang. Biasanya yang seperti ini stres-nya masih dalam taraf normal. Tapi ketika stresnya sangat tinggi, akan membuat orang tidak berdaya, atau malah membuat orang bertingkah laku di luar kebiasaan.
Menurut Amelia, dalam dunia remaja penyebab stres biasanya terkait dengan hal-hal yang mereka harapkan. Misalnya, orang tua berharap anaknya berprestasi bagus di sekolah, tapi ternyata si anak tidak mampu memenuhi harapan itu. Anak pun jadi stres.

“Remaja sangat aware dengan kata orang lain padanya. Apalagi, jika orang lain mengomentari penampilannya. Mereka menjadi sangat kritis. Untuk remaja putri, jerawat tumbuh satu saja, mereka sudah pusing. Mereka umumnya heboh dengan segala sesuatu yang kasat mata,” katanya.
Biasanya, lanjutnya, remaja bergaul karena ada kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya saja karena hobi. Ada yang main musik, berorganisasi, atau olah raga. Tapi orang tua kadang tidak melihat bahwa hobi anaknya itu positif.

Metabolisme Tubuh
STRES atau kondisi apa pun yang membebani pikiran dapat menganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Contoh yang paling sering adalah gangguan pada koordinasi saraf pada saluran pencernaan.

Pada orang stres, gejalanya adalah diare. Ini terjadi karena gerakan usus yang diatur oleh saraf menjadi lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, timbul gejala seperti nyeri perut atau diare.

Faktor lainnya yang juga berperan banyak adalah lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Pencemaran, kebisingan, kemacetan, lingkungan yang kumuh dan sampah di jalanan dapat menciptakan frustasi pada masyarakat yang tinggal.

Stres yang disebabkan oleh lingkungan macam ini dapat membangkitkan rasa marah dan agresi.Sedangkan orang dewasa sering mengalami stres karena masalah hidup di kota, pekerjaan yang bersaing dan menuntut serta hubungan dalam keluarga.
Baca Selengkapnya - Gejala Stress Pada Remaja

Rabu, 20 Januari 2010

Arti Ciuman dan Macam-Macam Ciuman

Arti ciuman bermacam-macam. Tapi ada juga perasaan tertentu yang dapat diwakili oleh ciuman.(intinya tetep tentang nafsu smua) Nah, kamu bisa koq nebak perasaan apa yang pengin ia sampaikan ke kamu. Cari tau maksudnya berdasarkan di mana ia mencium dan bagaimana cara dia mencium kamu. Oke, cekidot..!

Ciuman di punggung tangan
Menunjukkan kalo dia memujamu. Mungkin aja dia memuja kedewasaan, kemandirian, kesabaran dan kesetianmu. Pokoknya apapun tentang dirimu.

Ciuman di kening
Melambangkan rasa sayang dan peduli pada dirimu.Biasanya ciuman jenis ini terlepas
dari nafsu.

Ciuman di pipi
Mewakili perasaan cintanya pada dirimu.Ada sedikit nafsu yg terlibat dlm ciuman
jenis ini.Tapi ngga sebanyak di bibir tentunya.(tapi tetep so' sweet juga loe n so' hot)

Ciuman di bibir
Berarti penuh arti. Meski awalnya karena cinta, kalo kelamaan dan terlalu mendalam
hingga kebawa perasaan, ciuman ini akan menimbulkan gairah dan bisa menjurus ke hal2 yang lain dan lebih jauh. Apalagi kalau dilakukan di tempat sepi. Waspadalah..!

Ciuman di Hidung
Artinya, Kamu begitu menggemaskan..!

PERHATIAN!!!!
Hati-hati dengan ciuman. Kadang-kadang, Ciuman yang tadinya untuk mengungkapkan rasa sayang, bisa berubah menjadi nafsu. Dan nafsu ini bisa berlebihan dan sulit dikendalikan. Ini dia nih yang bahaya. Ini bisa berlanjut ke hal-hal yang tabu buat remaja seperti kita. So, kita emang harus pinter jaga diri dan tahu betul apa yang boleh dan yang ngga. Tahu batasan deh kalo lagi menjalin hubungan dengan seseorang.

Kamu pasti pernah lihat, kalo di film, adegan ciumannnya suka melibatkan lidah dan lama (setelah saya cari tahu, namanya french kiss). Belum lagi settingnya amat romantis. Bisa menimbulkan perasaan ingin menirunya. Tapi yang French kiss kayak gini, kamu kudu Extra Hati-Hati.
Baca Selengkapnya - Arti Ciuman dan Macam-Macam Ciuman