Selasa, 17 Agustus 2010

Jika Sempat Ingat - Puisi cinta

JIKA SEMPAT INGAT

seakan kembali diingatkan.

saat dulu pernah keberangkatan

menanyakan tujuan.

arah-arah hadir, atau sengaja dihadirkan.

oleh telunjuk dan telapak tangan.



sampailah riuh pasar itu.

datang berpura-pura jadi pengganggu.

dan lagi-lagi,

langkah kehilangan penerjemah.

begitu banyaknya bahasa.

ingin menghapus makna dari niat tulus.

mata membuka lagi denah.

barangkali masih tersisa tanda panah.

ternyata cuma berisi kalimat-kalimat yang salah.



tas di punggung,

berisi sedikit air minum.

kini tenaga,

makin sering bertanya.

mampukah sebelum senja,

kita sampai disana


oleh: AF Kurniawan
***

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Jika Sempat Ingat - Puisi cinta

Minggu, 15 Agustus 2010

Mata Ibu - Puisi cinta

MATA IBU

#1

mata ibu tiap sore jadi pelangi.

seharian ia masukkan beragam warna

dari kotak televisi.

warna warna itu adalah baju dari

tiap program mata acara.

kilas berita.

dan selingan pariwara.

aku jatuh hati pada mata ibu.

mata ibu mengingatkanku pada

dongeng perselisihan hujan dengan matahari.

andai saja,

ibu juga paham,

bahwa perselisihan bisa diakhiri

dengan semburat keindahan.

tentu ibu tak mungkin meminta pada ayah untuk diceraikan.



#2

mata ibu menjadi buku di malam hari.

lebih letih dari tiang lampu jalan raya.

yang berbagi penerangan

pada pejalan kaki,

maupun pengemudi kendaraan.



sengaja ia masukkan

berbagai macam halaman, judul koran,

daftar isi, indeks, bibliografi.

juga sedikit kalimat yang disadur dari ungkapan lisan.



jadi manusia itu mesti berilmu,

demikian sering ia ucapkan padaku.

aku jatuh hati pada mata ibu.

mata ibu mengingatkanku pada sebuah dongeng,

tentang sebuah kutukan yang berakhir karena

dua tokohnya saling memaafkan.

andai saja ibu mengerti,

bila menerima kembali juga bagian kebijaksanaan.

ibu tak mungkin menyimpan dendamnya pada ayah

sampai pangkal tenggorokan.


***

oleh: AF.. Kurniawan, sumber: http://oase.kompas.com/read/2010/08/04/00404763/Puisi.puisi.AF..Kurniawan.
Baca Selengkapnya - Mata Ibu - Puisi cinta

Puisi Kemerdekaan - Indonesiaku

Puisi Kemerdekaan ini untuk menyambut datangnya hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2010 nanti.

INDONESIAKU

Malang nasibmu, Indonesiaku...
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

63 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku...
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata "hai penguasa...! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku"
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku...
mereka berebut kekuasaan...

Salam Puisi Kemerdekaan....
Baca Selengkapnya - Puisi Kemerdekaan - Indonesiaku

Sadarku - Puisi Cinta

Sadarku

Nyiur melambai-lambai indah di pematang sawah

nina-bobok Ibu pertiwi selagi angin sepoi-sepoi
tiba-tiba badai menerjang
sontak terbangun aku.
Siapa hidangkan keraguan....?
laut berbuih putih, terombang-anbing.

Gunung mengeluarkan abunya
sawah,ladang menjadi subur

para petani berkata
“Ibu pertiwi, terimakasih”


Sesampainya penghujung keraguan ini
aku akan selalu bersamamu ibu pertiwi
salam dari anak yang tak tahu diri
sesalkan impian-impian masalalu
lari terbirit di kejar waktu

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Sadarku - Puisi Cinta

Di Desaku - Puisi Cinta

DI Desaku

Kabut hitam menyelimuti gunung
suasana pagi di desaku

Jalan bertanjak menikung tajam
Jalan berbatu dan berdebu

Riuh bocah kecil permainan kelereng
bola-bola karet malambung

Langkah tegar pak tani dan bu tani
memburu sekarung padi

Ayam jago rebutan betinanya
menthok yang mencari cacing di gangnya.

Tersimpan di memori yang terdalam..

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Di Desaku - Puisi Cinta