Jumat, 03 September 2010

Di Ambang Kehancuran

Di Ambang Kehancuran

Semesta hijau mengepul hitam
diamuk api tak kenal padam
acuhkan siang atau pun malam
merah menyala manusia hanya diam

hewan menjerit berlari kesakitan
menjelma abu di belantara hutan
lestari berdiri di ambang kepunahan
alami menuju gerbang kehancuran

hewan abadi di lembar ensiklopedia
hutan asri di kanvas pelukis

rimba musnah berganti perkebunan
penuhkan saku adalah keharusan
kenyangkan hasrat perut manusia
biar hijau hangus tak bersisa

2009

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Di Ambang Kehancuran

Pengakuan - Puisi Islami

Pengakuan

Ya Allah, Tuhan pemilik alam
aku bukanlah orang yang beriman
tapi ketika kudengar senandung ayat-ayatMu
tiada yang lebih menyenangkan daripadanya
hatiku tenang dengan ucapan Subhanallah

Ya Allah, Tuhan yang mengatahui segala rahasia
aku orang yang jauh dari makna shaleh
namun tatkala kudengar seruan dari rumahMu
jiwaku merasa terpanggil
datang menghambakan diri kepadaMu

Ya Allah, Tuhan yang memberikan kekuatan
aku bukanlah orang yang rajin bersujud
hanyalah beberapa yang fardu saja
tapi sungguh, itulah gumpalan keikhlasanku
tak ada yang kuharap dari do'aku
sekalipun sedikit pahala
cukuplah apa yang kuterima

Ya Allah, satu-satunya Tuhan yang pernah ada
tak banyak yang kutahu tentang perintahMu
namun ketika kutahu satu dari laranganMu
haram bagiku untuk mendekatinya

Ya Allah, Tuhan pengobar keberanian
akulah orang yang pengecut itu
tapi janganlah kudengar suara yang menghina agamaMu
ini tubuhku, siap syahid untuk membelanya
jihad dengan menyebut Allahu akbar

Ya Allah, Tuhan yang menggenggam segala kuasa
bukan aku orang yang bersyukur itu
tapi kufurkah namanya bila aku sadar
tak sedikitpun bisa kubalas atas pemberianMu

Ya Allah, Tuhan pencipta keadilan
kulihat buih mengembang di lautan
dan pasir memutih di tepi pantai
sebanyak itulah dosaku padaMu
hukumlah aku dengan keadilan yang adil
agar jiwaku kembali bersih
seperti laut tanpa buih
dan pantai tanpa kotoran

Ya Allah, Tuhan yang maha pemurah
aku tak ingin apa-apa
seperti orang-orang yang mengorbankan sebutir pasir
lalu menuntut segunung pahala sebagai balasan
bila Engkau sudi mengabulkan
matikanlah aku dengan kalimat Lailahaillallah muhammadarrasulullah

oleh: Holy Adibj

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Pengakuan - Puisi Islami

Puisi - Pertanyaan Untuk Tuhan

Pertanyaan Untuk Tuhan


Tuhan..
jelaskan pada seantero jagat
bagaimana kehidupan ini Engkau ciptakan
biar pergi semua tanya
yang datang tiap malam

Tuhan..
kami tak pernah mengerti
salahkah iblis yang mendurhakaiMu
atau Adam yang memakan buah surga
setelah sebelumnya Engkau tuliskan

Tuhan..
mengapa Engkau ciptakan semuanya
bila ini sesuatu yang tabu dipertanyakan
bukankah ini telah ada sebelumnya
sebelum api tunduk pada air
sebelum air tunduk pada angin
sebelum angin tunduk pada musim
dan sebelum semuanya tunduk pada kekuasaanMu


Holy Adibz

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi - Pertanyaan Untuk Tuhan

Di Hari Merdeka

Di Hari Merdeka

Ini hari merdeka
Tetapi aku merasa terjajah
Di negri yang aku sebut Indonesia ini

Ini hari merdeka
Tetapi aku lupa warna bendera
Yang akan aku kibarkan di ujung tiang hari ini

Ini hari merdeka
tetapi ada yang dipenjara
karna menyanyikan lagu kemerdekaan

di hari yang merdeka ini
ada suara tangis terdengar perih
dari kubur para pahlawan
dan gubuk reot para veteran
atas jasa-jasa mereka yang dilupakan

ini hari merdeka
kata mereka yang bebas dari penjara
yang tidak mereka rasakan kesunyiannya

aku ingin merdeka
dari segala yang mengikat jiwa dan raga
dari segala bentuk penindasan yang berkuasa
dari segala rasa yang haus akan dahaga

dan aku ingin merdeka
semerdeka darah yang merah membara
semerdeka tulang yang putih tak bernoda
semerdeka kepak sayap garuda di udara

17 agustus 2010
oleh: Holy Adibj

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Di Hari Merdeka

Menjaga Ingatan

Menjaga Ingatan

Bila kau menjadi layang-layang
jangan lupa dengan pemintal benang
tanpanya kau tak bisa terbang
di hamparan langit luas membentang

jika kau menjadi kejora
yang ditunggu di gulita malam
ingatlah asalmu dari mana
dari matahari tak pernah padam

saat kau menjadi pohon tertinggi
hingga pucuk-pucukmu menghubungkan langit dan bumi
ingatlah tanah yang membesarkanmu
tanpanya kau tak kokoh berdiri
walau badai besar mengguncangmu

ketika larimu terlalu kencang
jangan lupa sebentar berhenti
mengambil nafas dan ancang-ancang
untuk nanti berlanjut kembali

bila kau manjadi raja
dunia dalam genggamanmu
tak seperti matahari kau kuminta
membakar semua yang mencoba mendekatimu

oleh: Holy Adibj
Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Menjaga Ingatan