Minggu, 31 Oktober 2010

Puisi Kau Datang

Kau Datang, Tuan

kau datang, tuan sementara kau membiarkan aku di jalanan hanya seucap sinismu mengepul dari cerutumu itu

kau datang, tuan sambil memicingkan mata kau berikan aku sesuap nasi basi di hadapan padahal kau mampu memberiku dengan pecel kesukaan tuan

selepas adzan mungkin tuan melihatku dengan kesungguhan ya, di langit aku dikekalkan oleh tuhan. bukan tuan yang selalu mencampakkan

jangan kau bilang aku pernah lupa tuan tidak tuan, aku tak melupakan

sebab di surga aku melihat tuan sedang menggapai jalan menuju ke haribaan dan neraka tempat naungan tuan,

tuhan maha sayang tuan maha malang

Malang, 2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Kau Datang

Puisi Kandang Hatimu

Kandang Hatimu

kandang hatimu: harimau meletakkan kakiknya ke bangku, menjadi seseorang paling perkasa, membuka tabir tabir luka, gigi sebesar jemari merekah dan meruncing sekali. seperti celurit bermata. dan kau membisik padanya, merajuk pada tubuh angkuh, menyegerakan membabat belulang sedihku. rapuh, merapuh ke segala riuh. angin mengekal dan mengenggam pada perih, pada lirih, pada ringkih

yang kurasakan dalam gembala dan bermain dalam sirkus, di harimau yang berulang menjelma malam mengisyarat ingin melahap, mengungkap ingin merayap ke gemuruh dadaku yang tak siap

kadang hatimu: bagaimana kalau aku buat kandang baru? berisikan rembulan, kelinci bergigi puisi, dan gajah afrika hingga membuatku tak ingat pada harimau

yang terlukis di dadamu, mata harimau mata cintamu sebab itu aku cemburu.

Malang, 2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Kandang Hatimu

Puisi Dua bola Mata Perempuan

Dua Bola Mata Perempuan Tionghoa

perempuan Tionghoa dua bola matanya seperti bulan sabit seolah olah aku menjadi burung pipit mengerling dan menyunting malam malam menepis daun daun layu menadah rindu rindu di reranting pohon randu

aku menghapus mimpi mimpi burukku begitu dua bola matanya mengecup pada tidurku pada senandung bayangku dan aku melayari dua bola mata itu tiap waktu tiap aku mau meladang pada Tuhanku

Malang, 2010

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Dua bola Mata Perempuan

Sabtu, 30 Oktober 2010

Puisi Ruang Tunggu

RUANG TUNGGU

/1/
Duduklah sebentar,
sekedar menikmati suhu rendah dari kotak pendingin , atau
saksikan juga suguhan berita yang tak
pernah jemu berkisah tentang air mata.
Ah, usahlah gelisah
sebentar lagi takdir akan memberi penjelasan
untuk tanya yang menggantung lancang di wajahmu.

/2/
Tengok saja ruang yang tak pernah berhenti menunggu
berbagai rupa tersaji bermakna bosan
segiris duka, air mata, mungkin juga rindu yang tak sempat di jenguk
tersembunyi, lebih memilih mendengkur dalam sunyi ketimbang
merangkai kata yang mungkin layak untuk diperdengarkan bila
perjumpaan menjumpainya. Kelak.

Tebing Tinggi, 15 Agustus 2009

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Ruang Tunggu

Puisi Ode Buat Cinta

ODE BUAT CINTA

“Siapa yang mengambil hatiku,” tanyaku. panik
melihat piring ceper di atas meja. kosong
bahkan remah-remahnya tak bersisa
aku celingak-celinguk mencari
tapi tak ada siapapun, kecuali
senyumnya yang tergantung apik
: di tiap jengkal angan

Katalase Kata
Medan, 14 Februari 2009

Salam puisi cinta....
Baca Selengkapnya - Puisi Ode Buat Cinta